Tersebutlah ada 3 Jenderal Amerika (JA), Palestina (JP) dan Indonesia (JI) sedang berbincang-bincang mengenai kehebatan masing-masing prajuritnya.
(JA) : “Paling berani, prajurit Amerika, …”.
(JP+JI) : “Ah, masak ? Mana ? Buktiin dulu doong!”.
(JA) : “Letnaaannn!! Ambil ranjau itu, yang warna merah”.
(PA) : “Siaaappp Jendral!!”.
Tak lama …. booommm … , tangan sang letnan putus.
(JA) : “Tuh , berani kan ?”.
(JP) : “Tidak, Lebih berani prajurit Palestina!”.
(JI) : “Ah masak ?”.
(JP) : “Sersaaaan!!! Gigit tuh ranjau, yang ranjaunya paling gede!”.
(PP) : “Siaaaappp Jendral!!”.
Tak lama … gaabrrroomm … mati, kepala sang sersan putus!.
(JP) : “Anda lihat ?, Lebih berani kan ?”.
(JI) : “Oh No No, Paling berani itu prajurit Indonesia …”.
(JA+JP) : “Ah, yang benar ?, Buktiin dulu dooonnggg?”.
(JI) : “Kopraaal, sini, kamu lihat itu ranjau ?. Timpuk aja pakai batu!”.
(JA+JP) : “Yaaah, koq ditimpuk........ ???”.
(PI) : “Nggak mau Pak!”.
(JI) : “Timpuuuk!!”.
(PI) : “Nggak mau Paaak!”.
(JI) : “Timpuuuuuuk! !”.
(PI) : “Nggaaaaaaaaakk! !”.
(JI) : “Tuh, lebih berani kan ?, sama jendralnya aja ngelawan!!!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar